Showing posts with label Nusa Tenggara. Show all posts
Showing posts with label Nusa Tenggara. Show all posts

Monday, March 26, 2012

Indahnya Danau Kelimutu Dengan Misterinya

Danau Kelimutu terletak dipuncak Gunung Kelimutu, Kabupaten Ende, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Secara administratif Danau Kelimutu berada diantara 3 (tiga) kecamatan, yaitu Kecamatan Wolowaru, Kecamatan Ndona dan Kecamatan Detsuko.
Kelimutu berasal dari kata Keli (artinya: gunung) dan Mutu (artinya: mendidih). Danau Kelimutu terdiri dari tiga kubangan raksasa yang terbentuk dari kawah yang ada dipuncak Gunung Kelimutu dengan ketinggian ± 1.640 meter diatas permukaan laut. Pada tanggal 26 Februari 1992 kawasan Danau Kelimutu ditetapkan sebagai Taman Nasional, wilayahnya meliputi 5 kecamatan yaitu Detsuko, Ndona, Ndona Timur, Wolojita dan Kelimutu.
Danau Kelimutu merupakan salah-satu obyek wisata di Indonesia, yang juga merupakan salah-satu wisata andalan di Pulau Flores. Banyak turis mancanegara yang datang ke Danau Kelimutu sehingga membuat namanya terkenal sampai ke berbagai belahan dunia.

Hal –Hal Yang Menarik Pengunjung
Danau Kelimutu mempunyai keunikkan tersendiri, yaitu masing-masing kubangan mempunyai warna air yang selalu berubah-ubah setiap tahunnya. Danau Kelimutu merupakan salah-satu keajaiban yang ada didunia ini, indah dan misteri.
Ketika Danau Kelimutu mulai dikenal oleh masyarakat luas, warna masing-masing kubangan adalah merah, biru dan putih, kemudian setiap tahunnya mengalami perubahan warna. Menurut informasi dari Taman Nasional Kelimutu, dalam waktu 25 tahun ini Danau Kelimutu sudah mengalami perubahan warna sebanyak 12 kali. Sejumlah peneliti mengatakan bahwa perubahan warna ini bisa saja diakibatkan dari perubahan komposisi kimia air kawah akibat perubahan gas gunung api, meningkatnya suhu air kawah, pembiasan sinar matahari, pantulan dinding kawah, pantulan dasar danau, kandungan mineral yang ada didalam kawah, batu-batuan dan biota jenis lumut.
Danau Kelimutu adalah salah-satu keajaiban alam yang sangat unik dan sering juga disebut sebagai Danau Tiga Warna atau Danau Tri Warna.

Disekitar Kawasan Kelimutu, pengunjung dapat juga melihat dan menikmati keindahan alam, seperti air terjun, tempat pemandian air hangat, sawah dan jalan-jalan terjal yang melingkar disepanjang punggung bukit.
Bagi yang menyukai kegiatan hiking, kawasan Kelimutu adalah kawasan yang bagus untuk kegiatan hiking.
Di Kawasan Kelimutu terdapat juga hutan dengan berbagai floranya, seperti kayu merah, pinus, bunga edelweiss, cemara. Terdapat juga fauna, seperti ayam hutan, rusa, babi hutan, elang.

Perjalanan menuju Danau Kelimutu
Dengan menggunakan pesawat, berangkat dari Kota Kupang ibukota NTT menuju Kota Ende di Pulau Flores, waktu yang diperlukan ± 40 menit perjalanan.
Sesampai di Kota Ende, perjalanan dapat dilanjutkan dengan menuju ke Kampung Moni yang terletak di Desa Kaonara, Kecamatan Wolowaru, Kabupaten Ende, dengan menggunakan angkutan umum minibus dan untuk menuju Kampung Moni dibutuhkan waktu ± 3 jam perjalanan dengan menempuh jarak sejauh 93 km. Dari Kampung Moni menuju Puncak Danau Kelimutu masih harus berjalan sejauh ± 2,5 km.

Fasilitas Yang Tersedia di Kawasan Danau Kelimutu
Tersedia lahan parkir mobil dan sepeda motor, losmen, homestay, cottage, pondok jaga, shelter, MCK.

Saat Terbaik Untuk Berkunjung Ke Danau Kelimutu
Waktu yang terbaik untuk melihat Danau Kelimutu adalah di pagi hari ketika matahari terbit. Ketika memasuki pukul 9 pagi waktu setempat, sekitar danau mulai diselimuti oleh kabut dan akan berkabut sampai sore hari sehingga akan menghalangi pandangan pengunjung.

Perlengkapan Yang Wajib Dibawa
Udara dikawasan Kelimutu cukup dingin, maka perlu untuk membawa baju hangat atau jaket.

Sekilas Informasi :
Di Kabupaten Ende, penduduk setempat menyebut ketiga kubangan ini dengan sebutan Tiwu Ata Mbupu (Danau Orangtua), Tiwu Nua Muri Ko’o Fai (Danau Muda-Mudi) dan Tiwu Ata Polo (Danau Tukang Tenung).
Tiwu Nua Muri Ko’o Fai dan Tiwu Ata Polo hanya dipisahkan dinding terjal selebar 15 sampai 20 meter dengan ketinggian dindingnya antara 50 sampai dengan 150 meter tingginya. Sekitar 300 meter disebelah barat Tiwu Nua Muri Ko’o Fai terletak Tiwu Ata Mbupu.

Dikaki Gunung Kelimutu terdapat penjual kain tenun Lio. Kain tenun Lio adalah hasil karya buatan tangan masyarakat setempat.

Sumber: id-id.facebook.com/pages/Info-Wisata-Alam

Thursday, March 15, 2012

Danau Segara Anak Dan Raja gombal

danau segara anak1

Walau hanya dalam gambar, setiap melihat keindahan danau segara anak ini hati jadi tentram seperti memandang wajahmu. "kata raja gombal sedang merayu". Melihat tenang dan birunya air danau segara anak ini cukup menghanyautkan dan menenggelamkan cintaku. Dalam teramat dalam dan aku hanya pasrah ketika riak ombakmu menerpa dan menyeret aku kedalam birunya air cintamu,xixixi .Sueer, melihat gambar danau segara anak ini aku langsung merindumu bok, ( Maaf bro, Admin situs tips wisata murah lagi mellow n ganjen ne,hehe. ga papa kan..?)

danau segara anak1

Konon Danau segara anak ini terbentuk di Kaldera Gunung Rinjani yang berketinggian 3775 mdpl. Sangat tnggi ya. Tapi tetap tak bisa mengalahkan tingginya cintaku. E e e, ladala, rupaya yang mengagumi Danau segara anak ini tidak hanya aku seorang. karena menurut data dari dinas pariwisata setempat, Sejak jaman dulu wisatawan lokal maupun manca sudah mondar mandir keluar masuk mengagumi pemandangan disekelilingnya. Tapi tahukah kamu, sekagumnya aku tetap mengagumiMu

danau segara anak3

Tapi alamatmu dimana ya.,,? kalau Danau segara anak ini berada di desa sembalun lawang, Kecamatan Sembalun Kabupaten Lombok Timur. Pulau Lombok Nusa Tenggara Barat. Oh ya aku ingat sekarang. alamatmu menyatu dalam cinta yang hampir kiwir kiwir wir wir. hehehe ya udah sekarang mari kita lihat gambar danau segara anak yang seanggun kamu,,hehe semoga terhibur..thanks

danau segara anak4
danau segara anak5

Foto oleh: google.com

Tuesday, January 24, 2012

Pesta Bau Nyale :: Wisata Budaya Lombok

bau nyalePesta Bau Nyale ini merupakan sebuah wisata budaya adat yang turun temurun dari masyarakat sasak suku asli lombok. Konon menurut data yang didapat situs tips wisata murah. Bau Nyale berkisah tentang cerita rakyat dari desa Pujut kecamatan Lombok Tengah bagian Selatan Kabupaten Lombok Tengah, yang bertetangga dengan kabupaten lombok barat yang memiliki pantai senggigi yang indah itu

Bau Nyale ini mengisahkan seorang putri Raja Lombok yag bernama putri mandalika yang sangat arif dan bijaksana, Putri mandalika ini dikaruniai wajah yang cantik, tubuhnya seksi dan perangainya yang baik,dan seperti kebiasaan pada umumya membuat para pangeran dari berbagai negeri berkeinginan untuk meminang putri mandalika tersebut Tapi uniknya setiap pangeran yang datang melamar, tidak ada yang titolak. maka bisa kita duga sampai kan terjadi peperangan antara pangeran. Untuk mengikuti kisah selanjutnya, situs tips wisata murah mengajak anda untuk mengikuti kisah di tulis oleh putraselaparang berikut

putri mandalika lombok

Alkisah, pada zaman dahulu kala, di pantai Selatan Pulau Lombok, berdiri sebuah kerajaan yang bernama Tunjung Bitu.[1] Kerajaan tersebut diperintah oleh seorang Raja yang bernama Raja Tonjang Beru dengan permaisurinya, Dewi Seranting. Tonjang Beru adalah seorang raja yang arif dan bijaksana. Seluruh rakyatnya hidup makmur, aman dan sentosa. Mereka sangat bangga mempunyai raja yang arif dan bijaksana itu. Raja Tonjang Beru memiliki seorang Putri yang cantik jelita, cerdas dan bijaksana, namanya Putri Mandalika. Di samping cantik dan cerdas, Putri Mandalika juga terkenal ramah dan sopan. Tutur bahasanya sangat lembut. Seluruh rakyat negeri sangat sayang terhadap sang Putri.

Kecantikan dan keelokan perangai Putri Mandalika sudah tersohor ke berbagai negeri, bahkan sampai ke negeri seberang. Para pangeran dari berbagai kerajaan juga telah mendengar berita tersebut. Setiap pangeran yang melihat kecantikan dan keanggunan sang Putri menjadi mabuk kepayang. Seakan telah terjadwalkan, para pangeran tersebut datang secara bergantian untuk melamar sang Putri.

Suatu keanehan pada diri Putri Mandalika. Setiap pangeran yang datang melamarnya, tak satu pun yang ia tolak. Namun, para pangeran tersebut tidak menerima jika sang Putri diperistri oleh banyak pangeran. Maka mereka pun bersepakat untuk mengadu keberuntungan melalui peperangan. Siapa yang menang dalam peperangan itu, maka dialah yang berhak memperistri sang Putri.

Suatu hari, berita tentang akan terjadinya peperangan antara beberapa kerajaan sampai pula ke telinga Raja Tonjang Beru. Sang Raja segera memanggil putrinya untuk membicarakan masalah tersebut. “Wahai, Putriku! Ayahanda mendengar bahwa di negeri ini akan terjadi malapetaka besar. Seluruh pangeran yang pernah datang melamarmu akan mengadakan perang. Mereka bersepakat, siapa yang menang dalam perang itu, dialah yang akan menjadi suamimu,” kata sang Raja kepada putrinya.

 “Putri sudah mendengar berita itu, Ayahanda,” jawab sang Putri dengan tenang. “Lalu, apa yang akan kita lakukan agar pertumpahan darah itu tidak terjadi?” tanya sang Raja khawatir. “Maafkan Putri, Ayahanda! Ini semua salah Putri, karena telah menerima semua lamaran mereka. Jika Ayahanda berkenan, izinkanlah Putri yang menyelesaikan masalah ini,” pinta sang Putri. “Baiklah, Putriku!” jawab sang Raja penuh keyakinan.

Setelah berpikir sehari-semalam, sang Putri pun menemukan jalan keluarnya. Pada awalnya, sang Putri berniat memilih salah satu dari puluhan pangeran yang melamarnya sebagai suaminya. Namun, niatnya itu ia batalkan setelah memikirkan resikonya. Jika ia memilih satu di antara beberapa pangeran sebagai suaminya, tentu pangeran yang lainnya merasa iri. Hal ini tentu akan menimbulkan pertumpahan darah. Oleh karena itu, tidak ada pilihan lain bagi sang Putri. Ia pun memutuskan untuk mengorbankan jiwa dan raganya. Tekadnya tersebut sudah tidak bisa ditawar lagi. Ia sudah siap merelakan jiwanya demi menghindari terjadinya peperangan yang akan memakan korban yang lebih banyak.

Namun, sebelum melaksanakan niatnya, sang Putri harus melakukan semedi terlebih dahulu. Dalam semedinya, ia mendapat wangsit agar mengundang semua pangeran dalam pertemuan pada tanggal 20, bulan 10 penanggalan Sasak), bertempat di Pantai Seger Kuta, Lombok Tengah. Semua pangeran yang diundang harus disertai oleh seluruh rakyatnya masing-masing. Mereka harus datang ke tempat itu sebelum matahari memancarkan sinarnya di ufuk Timur.     

Hari yang telah ditentukan tiba. Tampaklah pemandangan yang sangat menarik. Para undangan dari berbagai negeri berbondong-bondong datang ke pantai Seger Kuta. Orang yang datang ribuan jumlahnya. Pantai Seger Kuta bak gula yang dikerumuni semut. Bahkan, banyak undangan yang datang dua hari sebelum hari yang ditentukan oleh sang Putri tiba. Mulai dari anak-anak hingga kakek-nenek datang memenuhi undangan sang Putri di tempat itu. Rupanya mereka sudah tidak sabaran ingin menyaksikan bagaimana sang Putri yang cantik jelita itu menentukan pilihannya.

Pantai Sereg Kuta sudah penuh sesak oleh para undangan. Tak berapa lama, sang Putri yang sudah tersohor kecantikannya itu pun tiba di tempat dengan diusung menggunakan usungan yang berlapiskan emas. Seluruh undangan serentak memberi hormat kepada sang Putri yang didampingi oleh Ayahanda dan Ibundanya serta sejumlah pengawal kerajaan. Suasana yang tadinya hiruk-pikuk berubah menjadi tenang. Seluruh pasang mata yang hadir tercengang kecantikan wajah sang Putri. Tubuhnya yang dibungkus oleh gaun sutra yang sangat halus itu, menambah keanggunan dan keelokan sang Putri. Para pangeran sudah tidak sabar lagi menanti keputusan dari sang Putri. Masing-masing berharap dirinyalah yang akan dipilih sang Putri. Suasana semakin tegang. Jantung para pangeran berdetak kencang seakan-akan mau copot.

Tidak berapa lama, sang Putri melangkah beberapa kali, lalu berhenti di onggokan batu, membelakangi laut lepas. Di tempat ia berdiri, Putri Mandalika kemudian menebarkan pandangannya ke seluruh undangan yang jumlahnya ribuan itu. Rasa penasaran para hadirin semakin memuncak. Mereka semakin tidak sabaran ingin mendengarkan kata demi kata keluar dari mulut sang Putri yang menyebutkan salah satu nama dari puluhan pangeran yang ada di tempat itu sebagai pilihan hatinya.

Setelah pandangannya merata ke arah para undangan yang hadir, sang Putri pun berbicara untuk mengumumkan keputusannya dengan suara lantang dengan berseru, “Wahai, Ayahanda dan Ibunda serta semua pangeran dan rakyat negeri Tonjang Beru yang aku cintai! Setelah aku pikirkan dengan matang, aku memutuskan bahwa diriku untuk kalian semua. Aku tidak dapat memilih satu di antara banyak pangeran. Diriku telah ditakdirkan menjadi Nyale yang dapat kalian nikmati bersama pada bulan dan tanggal saat munculnya Nyale di permukaan laut.”

Mendengar keputusan sang Putri tersebut, para hadirin tersentak kaget, termasuk Ayahanda dan Ibundanya, karena sang Putri tidak pernah memberitahukan keputusannya itu kepada kedua orang tuanya. Belum sempat Ayahanda dan Ibundanya berkata-kata, tiba-tiba sang Putri menceburkan diri ke dalam laut dan langsung ditelan gelombang. Bersamaan dengan itu pula, angin bertiup kencang, kilat dan petir pun menggelegar. Suasana di pantai itu menjadi kacau-balau. Suara teriakan terdengar di mana-mana. Sesekali terdengar suara pekikan minta tolong. Namun, suasana itu berlangsung tidak lama.

Sesaat kemudian, suasana kembali tenang. Para undangan segera mencari sang Putri di tempat di mana ia menceburkan diri. Tidak ada tanda-tanda keberadaan sang Putri di tempat itu. Ia menghilang tanpa meninggalkan jejak sedikit pun. Tak lama kemudian, tiba-tiba bermunculan binatang kecil yang jumlahnya sangat banyak dari dasar laut. Binatang yang berbentuk cacing laut itu memiliki warna yang sangat indah, perpaduan warna putih, hitam, hijau, kuning dan coklat. Binatang itu disebut dengan Nyale.  

Seluruh masyarakat yang menyaksiksan peristiwa itu meyakini bahwa Nyale tersebut adalah jelmaan Putri Mandalika. Sesuai pesan sang Putri, mereka pun beramai-ramai dan berlomba-lomba mengambil binatang itu sebanyak-banyaknya untuk dinikmati sebagai tanda cinta kasih kepada sang Putri.

* * *


[1] Dalam lontar dengan literatur Jejawen, nama kerajaan itu tertulis “Kerajaan Tonjeng Beru”. 

Pulau Alor Yang Eksotis

[pulau alor]border=

Pulau alor yang eksotis ini tergolong masih perawan. udara disekitar masih berasa segar,dengan terumbu karang yang sangat menggoda untuk dikunjungi. Ini merupakan pulau terluar dari salah satu ribuan pulau di indonesia yang berada di kepulauan nusa tenggara.Mungkin anda tertarik untuk mengunjungi pulau alor ini.Berikut situs tips wisata murah mengutip catatan rinci dari wikipedia org sebagai berikut

Pulau Alor adalah sebuah pulau yang terletak di ujung timur Kepulauan Nusa Tenggara. Luas wilayahnya 2.119 km², dan titik tertingginya 1.839 m. Pulau ini dibatasi oleh Laut Flores dan Laut Banda di sebelah utara, Selat Ombai di selatan (memisahkan dengan Pulau Timor), serta Selat Pantar di barat (memisahkan dengan Pulau Pantar. Pulau Alor adalah satu dari 92 pulau terluar Indonesia karena berbatasan langsung dengan Timor Leste di sebelah selatan.Pulau Alor merupakan salah satu dari dua pulau utama di Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Di pulau ini terdapat Kota Kalabahi, ibukota Kabupaten Alor.







.

gambar dirujuk dari: id-id.facebook.com/pages/Pulau-Alor/

Tuesday, May 24, 2011

Menyongsong Visit Lombok Sumbawa Info wisata

banyumulek
Sumbawa sedang berkemas menghadang wisatawan dengan iming iming "menawarkan" keindahan alamnya yang memang sangat menakjubkan. Untuk menyongsong Visit Lombok Sumbawa 2012 tersebut Menbudpar Jero Wacik juga berpesan supaya Obyek pariwisata lombok dikemas dengan sebaik baiknya, pesan ini menyambung dengan yang dicanangkan lombok sumbawa yang menargetkan 1 juta kunjungan

Selain Kabar akan dibukanya Bandara Internasional di sumbawa lombok, tahukah kita kalau di daerah Banyumulek Kecamatan Kediri Lombok Barat terdapat pengrajin gerabah rakyat yang ternyata produknya digemari oleh orang luar negeri. Bentuk dari kerajinan tangan rakyat Banyumulek ini boleh juga di bilang unik,dan kemasannya juga sangat apik. Dan menurut tips wisata murah kerajinan gerabah Banyumulek juga harus terkondisi untuk memberi subsidi di Visit Lombok Sumbawa 2012

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan NTB Lalu Gita Aryadi seperti yang di kutip Kompas com mengumumkan, bahwa selama tahun berjalan ini distinasi wisata lombok masih tertuju pada Obyek wisata Gili Terawangan,tentu saja daerah wisata yang ada di lombok juga dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun manca, tapi yang menjadi favorit masih Gili Terawangan

Ok selamat merias diri pariwisata lombok sumbawa. dan salam wisata keluarga Indonesia

Wednesday, May 11, 2011

Menengok Rumah Pengasingan Bung Karno Ende

Anda mungkin tidak asing dengan nama danau kalimutu,Obyek wisata alam yang fotonya diabadikan di gambar duit kertas RI itu airnya bisa berubah tiga warna, dan posisinya ada didalam Taman Nasional Kalimutu. Dan Danau Kalimutu tersebut jadi salah satu obyek andalan wisata alam provinsi NTT

Tapi tahukah anda. kalau didaerah itu juga terdapat Rumah pengasingan Bung karno...? tips wisata murah mengadakan penelusuran untuk anda. Pada waktu jaman perjuangan dulu. tepatnya tahun 1934–1938 Presiden Pertama RI Soekarno pernah diasingkan oleh Belanda ke Ende. nama alamat jaman sekarang ada di Jln. Perwira, jantung Kota Ende.NTT

Didalam Bangunan Rumah pengasingan Bung Karno yang terdiri ampat ruang itu. Ada satu kamar yang khusus untuk bersemedi Bung Karno. selebihnya adalah ruag tamu, kamar mertua yang bercampur dengan Bu Inggit, dan satu kemar lagi untuk Bung Karno.

Dan Rumah Pengasingan Bung karno itu sampai sekarang disakralkan oleh masyarakat setempat. Menurut penuturan orang setempat. setiap tamu yang mau memasuki halaman rumah Bung Karno itu harus ijin dulu, semacam permisi. Jika tidak di indahkan, tamu tersebut menurut orang setempat bisa menemui halangan.. contohnya seperti mau ambil gambar. kameranya macet tidak bekerja dan lain sebagainya

Untuk mengikuti Rumah Pengasingan Bung karno ini,Ada bebeapa artikel yang di rekomendasikan untuk di baca. Ok Salam wisata keluarga Indonesia

inilahkita com :Dari Rumah Pengasingan Bung Karno di Ende
Metro news com :Rumah Pengasingan Bung Karno Terancam Ambruk