Saturday, August 6, 2011

Terbangan Ciri Wisata Budaya Islam DI Kudus

terbangan kudus
Dalam Hadis Nabi disebutkan Ad-Dufuf atau rebana,dalam bahasa budaya masarakat kudus disebut terbangan (seni musik budaya Islam)ini di anjurkan dipergunakan untuk hiburan pada pernikahan.
Tips wisata murah menelusuri. Alat musik rebana yang disebut oleh masyarakat kudus dengan nama terbangan tersebut. dibuat dari kulit hewan sapi atau kerbau.berbentuk bulat dan ada yang diberi semacam tamboren pada lingkarannya,

Musik terbangan ini tak mengenal tune, dan tidak mengenal melodi seperti musik pada umumnya.
tips wisata murah mencatat.secara umum tune terbangan kudus jawa tengah ini seperti gong yang manteng di kunci A. Dan di kudus musik terbangan ini sangat populer. Seperti hadis di atas setiap acara ritual masyarakat hampir didominasi oleh musik terbangan, dan biasanya terbangan ini mengiringi lagu lagu qosidah dan sholawat Nabi.

Setiap tanggal 9 Muharram dalam acara buka luwur ( upacara penggantian kain mori yang digunakan untuk membungkus nisan, dan cungkup makam Sunan Kudus) Terbangan ini di gelar disela pembacaan kitab barzanji dalam istilah umum orang menyebut maulidan atau maulid Nabi
Dan terbangan ini jadi ciri warisan seni budaya Islam masyarakat di Kudus jawa tengah yang turun temurun dan membumi sampai kini

Friday, August 5, 2011

Kuliah Online Di Wisata Hati Bersama Ustd Yusuf Mansur

Bulan ramadhan yang penuh rahmat ini, tips wisata murah melonggok website wisata hati yang diasuh oleh Ustd Yusuf Mansur yang beralamat di http://www.wisatahati.com dan Head Office-nya ada dipondok
Pesantren Tahfidz - Daarul Qur'an Internasional. Kampung Ketapang, Kecamatan Cipondoh Kota Tangerang, Banten - Indonesia, 15147
Telp. 021-5542000 / 021-5541800

Unik dan perlu kita ketahui
untuk menyambut bulan ramadhan ini. situs wisata hati banyak menawarkan topik yang sangat menarik untuk di ikuti. tips wisata murah terarik dengan progam kuliah online wisata hati.Mungkin anda juga tertarik untuk mengikuti..? Berikut Cuplikan Kuliah Online Wisata hati - yang di beri kode 04 bersama Ust. Yusuf Mansur berikut

Seseorang gagal pergi haji. Ia meratap. Gara-gara si Fulan ia ga jadi berangkat haji. Uangnya dipinjam. Ia percaya, sebab sudah mewanti-wanti, jangan sampe gagal. Uang itu uang haji. Tapi hingga lewat masanya, uang itu belom kembali.

Persoalan ini penuh dengan persoalan tauhid.

Siapa yang memberikan uang? Allah.

Siapa yang bisa mengambilnya kembali? Allah.

Siapa yang bisa memberangkat haji? Allah.

Siapa pula yang bisa menggagalkannya? Allah.

Hebat sekali jika ada seseorang yang bisa menggagalkan haji, padahal hanya Allah yang bisa memberangkatkan dan menggagalkannya? Hebat sekali ada yang bisa mengambil uangnya sedang yang memberi dan menahan, memberi dan mengambilnya, adalah Allah?

cukup menyejukkan bukan..? dan selain kuliah Online,bagi sahabat yang mencari artikel Islami yang lain. kami merekomendasikan silahkan kunjungi ARTIKEL iSALAMI yang di asuh oleh HAPIA Mesir sahabat kita yang lagi menuntut ilmu agama islam di mesir. se,oga posting ini bermanfaat. salam

Ngabuburit | Nyore kemana kite.?

gedung agung
Jalan sore sore atau Nyore, untuk menunggu waktu sirene buka puasa berbunyi, memang jadi salah satu acara kesukaan sebagian anak muda dan keluarga. Nyore atau kalau dalam bahasa sunda populer dengan istilah ngabuburit ini. Semacam jadi budaya di setiap sore hari di jalan jalan atau mall di kota kota setiap bulan ramadhan. yang jelas nyore yang ane maksut
bukan nyore-nya Naughty Girl yang Naija reggae itu. tapi jalan sore sore.

Nyore kemana ne kite.hehehe...?
Sore ini tips wisata murah lagi Nyore di didepan gedung agung jogja.sama keluarga. waw disini selain tempatnya adem juga berasa nyaman aja. lagian kalau mau mbatalin puasa saat buka nanti. diseberang disekitar depan Benteng Vredeburg banyak yang jualan jajanan untuk buka puasa sekaligus warung makan murah meriah ditenda tenda. dah yo, pada nyore kemana ne..? salam

Thursday, August 4, 2011

Ciri Ciri Tanda Malam Lailatul Qodar

lailatul qodar
Menurut Bukhari Muslim. ciri ciri tanda datangnya malam Lailatul Qadar ada pada sepuluh hari terakhir bulan ramadhan. Sebagaimana ditunjukan oleh hadits 'A'isyah radhiallahu 'anha,dia berkata: Rasulullah SAW beri'tikaf disepuluh hari terakhir pada bulan ramadhan, dan beliu bersabda: yang artinya

"carilah lailatul qodr dimalam ganjil pada malam hari sepuluh terakhir bulan ramadhan" (HR Al-Bukhari No:2017 dan Muslim No:1169)

Mengenai ciri ciri atau tanda malam lailatul Qadar seperti yang dituturkan para sahabat sebagai berikut:

Dari Ubaiy radhiallahu 'anhu ia berkata : Rasulullah SAW bersabda: yang artinya
" Pagi hari malam lailatul Qodr, Mata hari terbit tidak ada sinar yang menyilaukan, seperti bejana hingga meninggi." ( HR.Ath-Thayalisiy 349, Ibnu Khuzaimah 3/231 dan Al-Bazzar 1/486,sanadnya hasan)

Wallahu 'alam bishshowab

Ciri ciri atau tanda malam lailatul Qodar ini tips wisita murah bagikan hanya berniat memberi informasi tentang ciri ciri atau tanda tanda datangnya malam seribu bulan atau yang lebih dikenal dengan nama lailatul Qodar, dengan harapan setelah kita mengetahui supaya kita lebih giat beribadah dimalam ganjil yang kesepuluh akhir tersebut. dan artikel ini bersumber dari ASY Syariah sleman yogyakarta yang dikutip dari buletin Al Wala' wal Bara' Bandung,Edisi 49 tahun ke-2/ 15 ramadhan 1425 H. Mari kita ambil manfaatnya. Salam

Wednesday, August 3, 2011

Kolak Biji Salak Buat Buka Puasa | kuliner ramadhan

kolak salak
Kolak Biji Salak buat buka puasa,"mari pak..enak murah". hehehe tips wisata murah tertarik dengan provokasi tukang jajanan kolak yang berderet disepanjang jalan. Ane pikir kolak unik ne pakai biji salak. beli ah beberaa gelas buat buka puasa nanti di rumah. benar saja kemarin sore saat kolak itu ane buka untuk mbatalin puasa penganti kurma. ternyata rasanya uenak juga bok. kenyal kenyal manis gurih gemana gitu lo. ceeesss.. dan karena penasaran sore ini tips wisata murah kembali ke jalan katamso untuk sekedar tanya resep membuat kolak biji salak tersebut.hehehe di kasih kite .dan resepnya sebagai berikut

Bahan-Bahan yang harus di persiapkan adalah
- 500 gr ubi merah
- 200 gr tepung tapioka
- 1/2 sdt garam
- 1 lbr daun pandan
- 250 gr gula merah
- 3 sdm gula pasir
- 1 ltr air

Kuah Santan :
- 300 ml santan kental
- 1/2 sdt garam
- 1 lbr daun pandan

Cara Membuat :

1. Kupas ubi, potong-potong dan kukus sampai matang. Haluskan ubi selagi panas.
2. Masukkan tepung tapioka dan garam sedikit-sedikit sambil diuleni.
3. Bentuk bulat-bulat sesuai selera.
4. Sementara itu masak air hingga panas lalu cemplungkan biji salaknya.hingga
masak biji salaknya mengembang dan angkat.
5. Masak 1 ltr air, gula merah, gula pasir, dan daun pandan hingga masak
salak yang sudah matang tadi.
6. Hidangkan dalam mangkuk atau gelas dan tambahkan santan secukupnya.
selamat mencoba kolak biji salak buat ber-buka puasa yang uenak.tak lupa kami mengucapka selamat menjalanlan ibadah puasa dan salam wisata keluarga indonesia

Tuesday, August 2, 2011

Masjid Agung Banten | Sultan Maulana Hasanuddin

masjid banten
Masjid agung banten yang dibangun Sultan Maulana Hasanuddin dan sejarah masa lalunya ini sebenarnya sudah diterbitkan tips wisata murah pada bulan November 2010 dalam serial Masjid masjid Bersejarah Wisata Religi Karena durasinya terlalu panjang yang bergabung dengan sejarah masjid indonesia lainnya, maka artikel ini tidak terbaca oleh pembaca. Sekarang mari kita ikuti penuturan Bambang Setia Budi yang melalui beberapa saduran. karena artikel asli masjid banten ini kami pikir telalu panjang. Mari kita mulai

Masjid Agung Banten
Oleh: Bambang Setia Budi

Masjid Agung Banten, sebagaimana masjid tua dan bersejarah, selalu diramaikan para peziarah tiap hari dari berbagai daerah di Jawa pada umumnya.
Kompleks bangunan masjid ini ada di Desa Banten Lama, sekitar 10 km sebelah utara Kota Serang, ibu kota Provinsi Banten, .
Masjid Agung Banten -dibangun pertama kali oleh Sultan Maulana Hasanuddin (1552-1570), Selain sebagai tempat ibadah, juga menjadi obyek wisata riligi,

Menurut orang dulu, Masjid Agung Banten sejak awalnya beratap tumpuk lima, namun pada abad ke-17 pernah diubah menjadi tiga. Hal demikian dimungkinkan karena dua atap tumpuk teratas sebenarnya hanya atap tambahan yang ditopang tiang pusat
Yang paling menarik dari atap Masjid Agung Banten adalah justru pada dua tumpukan atap konsentris paling atas yang samar-samar mengingatkan idiom pagoda Cina. Kedua atap itu berdiri tepat di atas puncak tumpukan atap ketiga dengan sistem struktur penyalur gaya yang bertemu pada satu titik. Peletakan seperti itu memperlihatkan kesan seakan-akan atap dalam posisi kritis dan mudah goyah, namun hal ini justru menjadi daya tarik tersendiri.

Dua tumpukan atap paling atas itu tampak lebih berfungsi sebagai mahkota dibanding sebagai atap penutup ruang bagian dalam bangunan. Tak heran jika bentuk dan ekspresi seperti itu sebetulnya dapat dibaca dalam dua penafsiran: masjid beratap tumpuk lima atau masjid beratap tumpuk tiga dengan ditambah dua mahkota di atasnya sebagai elemen estetik.

Elemen menarik lainnya adalah menara di sebelah timur yang besar dan monumental serta tergolong unik karena belum pernah terdapat bentuk menara seperti itu di Jawa, bahkan di seluruh Nusantara. Dikarenakan menara bukanlah tradisi yang melengkapi masjid di Jawa pada masa awal, maka Masjid Agung Banten termasuk di antara masjid yang mula-mula menggunakan unsur menara di Jawa.

Tradisi menyebutkan, menara berkonstruksi batu bata setinggi kurang lebih 24 meter ini dulunya konon lebih berfungsi sebagai menara pandang/ pengamat ke lepas pantai karena bentuknya yang mirip mercusuar daripada sebagai tempat mengumandangkan azan. Yang jelas, semua berita Belanda tentang Banten hampir selalu menyebutkan menara tersebut, membuktikan menara itu selalu menarik perhatian pengunjung Kota Banten masa lampau.

Berita itu menunjukkan pula menara telah dibangun tidak berselang lama dengan pembangunan masjid. Dari hasil penelusuran Dr KC Crucq, yang pernah dimuat dalam karangannya berjudul Aanteekeningen Over de Manara te Banten (Beberapa Catatan tentang Menara di Banten) yang dipublikasikan dalam Tidscrift Voor de Indische Taal, Land and Volkenkunde van Nederlandsch Indie, dinyatakan, menara dibangun pada masa Sultan Maulana Hasanudin ketika putranya Maulana Yusuf sudah dewasa dan menikah.

Namun, dari sisi ragam hias, menara Masjid Agung Banten tampak terpengaruh seni ragam hias yang terdapat di Jawa, seperti hiasan kepala menara berbentuk dagoba atau hiasan segi tiga memanjang yang dikenal sebagai tumpal. Keduanya banyak dijumpai pada Candi Jago di Jawa Timur dan candi-candi lainnya. Bahkan, motif relung pada pintu menara seakan-akan merupakan penyederhanaan motif kala-makara dalam tradisi kebudayaan Indonesia pra-Islam seperti juga dekorasi mihrab Masjid Agung Kasepuhan di Cirebon.

SEBENARNYA masih banyak elemen unik lainnya yang secara singkat dapat disebutkan, seperti adanya umpak dari batu andesit berbentuk labu berukuran besar dan beragam pada setiap dasar tiang masjid. Yang berukuran paling besar dengan garis labu yang paling banyak adalah umpak pada empat tiang saka guru di tengah-tengah ruang shalat. Ukuran umpak besar ini tidak akan kita temui di sepanjang Pulau Jawa, kecuali di bekas reruntuhan salah satu masjid Kasultanan Mataram di Plered, Yogyakarta.

Selain itu, terdapat mimbar yang besar dan antik penuh hiasan dan warna. Tempat khotbah ini merupakan wakaf Nyai Haji Irad Jonjang Serang pada tanggal 23 Syawal 1323 Hijriyah (1903 M) sebagaimana tertulis dalam huruf Arab gundul pada penampil lengkung bagian atas muka mimbar. Berbeda dari mimbarnya yang menarik perhatian, mihrabnya (tempat imam memimpin shalat) yang berbentuk ceruk justru sangat kecil, sempit dan sederhana. Ini sangat berbeda dari mihrab yang berkembang pada masjid di belahan dunia lain.

Adanya pendopo dan kolam untuk wudu di sebelah timur melengkapi karakteristik masjid Jawa umumnya. Tiang pendopo yang dibangun pada masa pemerintahan Sultan Maulana Yusuf itu juga menggunakan umpak batu labu dengan bentuk bangunan dan teknik konstruksi tradisional Jawa.

Tradisi masjid agung banten yang dibangun Sultan Maulana Hasanuddin yang membumi,sampai ramadhan tahun ini masih ramai dikunjungi. Seperti yang pernah tips wisata murah terbitkan pada perjalanan wisata religius ziarah makam wali dijawa barat beberapa bulan lalu. Masjid banten masih jadi tujuan utama wisata religi di provinsi Banten Indonesia

Monday, August 1, 2011

Mampir Masjid Agung Demak Yok | Profile Lengkap

masjid agung demak
Masjid Agung Demak merupakan masjid tertua di Pulau Jawa, didirikan Wali Sembilan atau Wali Songo. Lokasi Masjid berada di pusat kota Demak, berjarak + 26 km dari Kota Semarang, + 25 km dari Kabupaten Kudus, dan sebenarnya profile lengkap Masjid Agung Demak ini sudah pernah di terbitkan tips wisata murah. dalam tajuk Masjid masjid Bersejarah Wisata Religi tapi karena dalam rangkuman dari beberapa masjid bersejarah di Indonesia. jadi para pembaca mungkin agak malas mencari,karena terlalu panjang. Dan keyword masjid agung demak itu muncul hampir tiap minggu. Ok langsung saja kita mampir ke masjid agung demak yok.

Masjid ini merupakan cikal bakal berdirinya kerajaan Glagahwangi Bintoro Demak. Struktur bangunan masjid mempunyai nilai historis seni bangun arsitektur tradisional khas Indonesia. Wujudnya megah, anggun, indah, karismatik, mempesona dan berwibawa. Kini Masjid Agung Demak difungsikan sebagai tempat peribadatan dan ziarah.

Penampilan atap limas piramida masjid ini menunjukkan Aqidah Islamiyah yang terdiri dari tiga bagian ; (1) Iman, (2) Islam, dan (3) Ihsan. Di Masjid ini juga terdapat “Pintu Bledeg”, bertuliskan “Condro Sengkolo”, yang berbunyi Nogo Mulat Saliro Wani, dengan makna tahun 1388 Saka atau 1466 M, atau 887 H.

prasasti bulus
Raden Fattah bersama Wali Songo mendirikan Masjid Maha karya abadi yang karismatik ini dengan memberi prasasti bergambar bulus. Ini merupakan Condro Sengkolo Memet, dengan arti Sariro Sunyi Kiblating Gusti yang bermakna tahun 1401 Saka. Gambar bulus terdiri dari kepala yang berarti angka 1 ( satu ), kaki 4 berarti angka 4 ( empat ), badan bulus berarti angka 0 ( nol ), ekor bulus berarti angka 1 ( satu ). Bisa disimpulkan, Masjid Agung Demak berdiri pada tahun 1401 Saka.

tiang masjid demak
soko majapahit
Soko Majapahit , tiang ini berjumlah delapan buah terletak di serambi masjid. Benda purbakala hadiah dari Prabu Brawijaya V Raden Kertabumi ini diberikan kepada Raden Fattah ketika menjadi Adipati Notoprojo di Glagahwangi Bintoro Demak 1475 M.

Pawestren, merupakan bangunan yang khusus dibuat untuk sholat jama’ah wanita. Dibuat menggunakan konstruksi kayu jati, dengan bentuk atap limasan berupa sirap ( genteng dari kayu ) kayu jati. Bangunan ini ditopang 8 tiang penyangga, di mana 4 diantaranya berhias ukiran motif Majapahit. Luas lantai yang membujur ke kiblat berukuran 15 x 7,30 m. Pawestren ini dibuat pada zaman K.R.M.A.Arya Purbaningrat, tercermin dari bentuk dan motif ukiran Maksurah atau Kholwat yang menerakan tahun 1866 M.

maksurah
Surya Majapahit , merupakan gambar hiasan segi 8 yang sangat populer pada masa Majapahit. Para ahli purbakala menafsirkan gambar ini sebagai lambang Kerajaan Majapahit. Surya Majapahit di Masjid Agung Demak dibuat pada tahun 1401 tahun Saka, atau 1479 M.

Maksurah , merupakan artefak bangunan berukir peninggalan masa lampau yang memiliki nilai estetika unik dan indah. Karya seni ini mendominasi keindahan ruang dalam masjid. Artefak Maksurah didalamnya berukirkan tulisan arab yang intinya memulyakan ke-Esa-an Tuhan Allah SWT. Prasasti di dalam Maksurah menyebut angka tahun 1287 H atau 1866 M, di mana saat itu Adipati Demak dijabat oleh K.R.M.A. Aryo Purbaningrat.

lawang/pintu bledheg
Pintu Bledheg, pintu yang konon diyakini mampu menangkal petir ini merupakan ciptaan Ki Ageng Selo pada zaman Wali. Peninggalan ini merupakan prasasti “Condro Sengkolo” yang berbunyi Nogo Mulat Saliro Wani, bermakna tahun 1388 Saka atau 1466 M, atau 887 H.

Mihrab atau tempat pengimaman, didalamnya terdapat hiasan gambar bulus yang merupakan prasasti “Condro Sengkolo”. Prasasti ini memiliki arti“Sariro Sunyi Kiblating Gusti”, bermakna tahun 1401 Saka atau 1479 M (hasil perumusan Ijtihad). Di depan Mihrab sebelah kanan terdapat mimbar untuk khotbah. Benda arkeolog ini dikenal dengan sebutan Dampar Kencono warisan dari Majapahit.

Dampar Kencana , benda arkeologi ini merupakan peninggalan Majapahit abad XV, sebagai hadiah untuk Raden Fattah Sultan Demak I dari ayahanda Prabu Brawijaya ke V Raden Kertabumi. Semenjak tahta Kasultanan Demak dipimpin Raden Trenggono 1521 – 1560 M, secara universal wilayah Nusantara menyatu dan masyhur, seolah mengulang kejayaan Patih Gajah Mada.

soko guru
Soko Tatal / Soko Guru yang berjumlah 4 ini merupakan tiang utama penyangga kerangka atap masjid yang bersusun tiga. Masing-masing soko guru memiliki tinggi 1630 cm. Formasi tata letak empat soko guru dipancangkan pada empat penjuru mata angin. Yang berada di barat laut didirikan Sunan Bonang, di barat daya karya Sunan Gunung Jati, di bagian tenggara buatan Sunan Ampel, dan yang berdiri di timur laut karya Sunan Kalijaga Demak. Masyarakat menamakan tiang buatan Sunan Kalijaga ini sebagai Soko Tatal.

Situs Kolam Wudlu . Situs ini dibangun mengiringi awal berdirinya Masjid Agung Demak sebagai tempat untuk berwudlu. Hingga sekarang situs kolam ini masih berada di tempatnya meskipun sudah tidak dipergunakan lagi.

Menara, bangunan sebagai tempat adzan ini didirikan dengan konstruksi baja. Pemilihan konstruksi baja sekaligus menjawab tuntutan modernisasi abad XX. Pembangunan menara diprakarsai para ulama, seperti KH.Abdurrohman (Penghulu Masjid Agung Demak), R.Danoewijoto, H.Moh Taslim, H.Aboebakar, dan H.Moechsin

Sumber: tips wisata murah menggali dari beberapa sumber dan Dinas Pariwisata Kab Demak